Pengunjung Salib Kasih Di Taput Turun, Karena Kurang Pembenahan

Wisata rohani Salib Kasih

TARUTUNG (EKSPOSnews): Tahun ini, pengunjung Salib Kasih, objek wisata rohani di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumut menurun hingga 30 persen dari tahun 2008.

Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Salib Kasih B Batubara membenarkan bahwa pengunjung wisata rohani yang dibangun semasa Bupati Taput dijabat R.E. Nainggolan semakin menurun dari tahun ke tahun.

“Mungkin saja umat Kristen yang menjadi sasaran objek wisata ini sudah bosan melihat wisata Salib Kasih, karena tidak ada pembenahan dan penambahkan bangunan,” ujarnya.

Meski Natal 4 hari lagi, jumlah pengunjung Salib Kasih, Siatasbarita, Tapanuli Utara (Taput) belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Bahkan, dibanding tahun sebelumnya, kata dia, pengunjung objek wisata rohani bagi umat Kristiani ini cenderung menurun.

“Biasanya H-5 pengunjung sudah meningkat, terutama para pengunjung dari luar daerah Tahun ini sepi, lanjut dia, pengunjung menurun hingga 30 persen dibandingkan 2008.

Menurut dia, penurunan pengunjung disebabkan kondisi ekonomi yang sulit sekarang ini. Selain itu, jelasnya, pengunjung sudah jenuh sebab fasilitas yang ada di Salib Kasih yang kurang pembenahan. “Dari tahun ke tahun tidak ada perubahan objek baru, sehingga mungkin pengunjung jenuh,” paparnya.

Ikon wisata Taput tersebut, paparnya, kurang pembenahan, sehingga umat Kristiani lebih memilih wisata taman iman Sitinjo, Kabupaten Dairi.

Para pengunjung, jelasnya, menginginkan sesuatu yang baru, antara lain bangunan patung sejarah menuju salib kasih, patung sejarah saat juruselamat akan disalibkan.

Ditanya soal target pendapatan dari wisata Salib kasih, Batubara mengatakan bahwa target sebesar Rp36 juta pertahun memang dapat terpenuhi. “Itu sudah keluar biaya operasional petugas,” ujarnya.

Biasanya, lanjut dia, mulai 10 Desember jumlah pengunjung meningkat 100-150 orang per hari. “Tahun ini pengunjung menurun hingga 30-40 persen,” tandasnya.

Sementara Josep Pasaribu, 45, pegunjung yang datang dari Kecamatan Simangambat, Tapanuli Selatan, mengatakan sarana dan fasilitas di Salib Kasih belum memadai. “Seperti pondok beristirahat, patung sejarah perjalanan Nomensen. Jika dibenahi pasti akan menarik lebih banyak pengunjung,” ujarnya. (tg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: